Minggu, 22 Januari 2017

Percakapan Malam Hujan

Hujan, yang mengenakan mantel, sepatu panjang, dan payung, berdiri di samping tiang listrik.
Katanya kepada lampu jalan,
“Tutup matamu dan tidurlah. Biar kujaga malam.”
“Kau hujan memang suka serba kelam serba gaib serba suara desah;
asalmu dari laut, langit, dan bumi;
kembalilah, jangan menggodaku tidur.
Aku sahabat manusia. Ia suka terang.”

(Sapardi Djoko Darmono)

Gadis Merah

Hembusan kenangan menyapu Ingatanku
akan dirimu wahai pujaan hati
Kuingat sebongkah senyummu
yang Menggores dihati
membekas jadi Suka

Kuingat wajahmu menghembuskan hatiku
membuat darah membeku
diam terpaku melihatmu
Hati ini tidak bisa bertopeng karenamu

Ah, inikah Goresan hati yang dimaksud?
Selalu membekas indah di hati
Membuat lidah Kelu
Membuat Hati berseri

Hari ini, kenangan mengorek isi hati dan pikiran
akan dirimu
Tak lupa kugapai asa
semoga kau Menjadi Milikku nanti